Opini  

Demokrasi Membutuhkan Nalar, Bukan Sekedar Gelombang Aspirasi 

Avatar photo
IMG 20261019 103527
Martin Krisna dalam acara podcast dialog lintas generasi, photo dok: istimewa

Pertanyaan serupa juga harus diajukan terhadap narasi yang terlalu optimistis mengenai keberhasilan pemerintah. Klaim keberhasilan tidak otomatis benar hanya karena disampaikan berulang kali, sebagaimana klaim kegagalan tidak otomatis terbukti hanya karena mendapat dukungan luas di media sosial.

Dalam hal ini, literasi digital harus menjadi kemampuan untuk memeriksa, membandingkan, dan menilai informasi, bukan sekadar keterampilan menggunakan teknologi. Generasi muda perlu membedakan fakta dari opini, memahami konteks suatu peristiwa, serta memeriksa kredibilitas sumber sebelum menyebarluaskan informasi.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Sebab, ketika informasi yang belum teruji berubah menjadi keyakinan kolektif, ruang publik dapat dipenuhi reaksi yang tidak sebanding dengan persoalan sebenarnya. Akibatnya, perhatian masyarakat terserap oleh pertentangan narasi, sementara substansi masalah dan kemungkinan penyelesaiannya justru terabaikan.

Pemuda dan Tanggung Jawab Sejarah

Sejarah pergerakan pemuda Indonesia, termasuk perjuangan generasi 1966 yang disinggung dalam diskusi tersebut, memperlihatkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa. Namun, mewarisi semangat perjuangan tidak berarti harus mengulang bentuk gerakan yang sama dalam setiap keadaan. Setiap generasi menghadapi tantangan berbeda dan membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan konteks zamannya.