Namun, petugas tersebut justru menyuruh Marta untuk mengambil kembali plastik sampah tersebut dan memindahkannya ke tempat sampah berwarna hitam. Marta menolak karena plastik sampah yang dibuangnya sudah tertutup oleh popok bayi yang penuh kotoran dan sampah yang bau busuk.
“Tetapi yang membuat saya sampai menangis plastik yang saya buang sudah tertutup dengan popok bayi banyak kotoran sampah juga sudah bau busuk karna tumpuk popok sudah banyak. Saya harus angkat karna petugas sudah marah saya. Saya juga malu karna di dalam ruangan itu banyak ibu ibu ada nona nona jadi saya terpaksa harus angkat plastik sampai yang sudah tertutup dan juga bau busuk sekali,” ujar Marta sambil menangis saat diwawancarai awak media di halaman RSUD Soe pada Kamis (12/02/2026).
Marta mengaku tidak terima dengan perlakuan oknum petugas RSUD Soe tersebut. Ia merasa dipermalukan dan direndahkan.
“Saya sempat meminta maaf karna saya tidak tau yang tempat sampah warna kuning tu apa dan yang warga hitam tu ada apa bedanya dimana petugas juga tidak menjelaskan kepada saya. Saya secara pribadi saya tidak terima dengan perlakuan oknum petugas RSUD Soe,” tuturnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












