Sementara itu, Sekretaris DPW PAN NTT, Marthen A. Lenggu, menegaskan bahwa Muscab bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali jati diri PAN sebagai partai reformasi yang terbuka dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
“PAN adalah rumah bersama bagi semua golongan. Kader PAN tidak boleh jauh dari rakyat, tetapi harus menjadi pendengar aspirasi sekaligus pelaksana solusi nyata bagi masyarakat,” tegas Marthen.
Ia menambahkan bahwa kekuatan PAN tidak hanya terletak pada struktur organisasi yang kuat, tetapi juga pada tingkat kepercayaan masyarakat yang terus dibangun melalui kerja nyata dan kedekatan dengan rakyat.
Muscab serentak PAN Kabupaten TTS diharapkan menjadi titik awal penguatan organisasi partai menjelang berbagai agenda politik mendatang, sekaligus memperluas dukungan masyarakat demi mencapai target-target politik PAN di tingkat daerah maupun nasional.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












