Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

DPMD Belu Mengaku Asal-Asalan Saat Membuat Soal Ujian Cakades Jenilu. Begini Soal Ujiannya

BELU, Flobamora-news.com – Dinas PMD Kabupaten Belu mengaku asal-asalan saat membuat Soal Ujian kepada para Calon Kepala Desa (Cakades) Jenilu, Kecamatan Kakulukmesak, Kabupaten Belu, Perbatasan RI-RDTL pada tes Ujian tanggal 20 Agustus 2019 silam.

Hal ini diungkapkan oleh Kabid Pemerintah Desa, Adrianus A. Mones saat melakukan rapat klarifikasi atas gugatan salah satu Cakades, Robertus Elyakim Lahok Bau, S. Fil di Kantor Desa Jenilu pada Selasa (3/9/2019).

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dikatakan, soal-soal yang seharusnya menjadi rahasia tersebut diundur dari beberapa link internet. Hal ini dikarenakan kurangnya tenaga ahli dalam penyusunan soal ujian. Selain itu, waktu yang mepet pada pilkades serentak, serta tidak adanya biaya untuk penyusunan soal membuat DPMD terpaksa mengunduh soal-soal ujian dari Internet. Demikian halnya dengan kunci jawaban dari soal tersebut.

Baca Juga :   Pelaku Galian C di Pesisir Teluk Palu Tidak Memiliki IUP, Diduga Ada Setoran Uang Keamanan

Kendati ada beberapa soal yang memiliki kunci jawaban yang salah, namun, itu tetap tidak diakui oleh Kabid Mones. Padahal, Mones sendiri tidak bisa membuktikan secara ilmiah dari kunci jawaban yang sudah mereka buat.

“Pak Robi punya argumen untuk mempertahankan jawaban atas soal ujian yang sudah dibuat. Kami juga punya argumen dan pendapat yang berbeda. Kami mengambil soal itu dari internet. Tentunya, kunci jawaban yang dibuat sudah benar,” elak Mones.

Si Penggugat yang akrab disapa Robi Bau itu tak mau kalah. Robi memaparkan beberapa kesalahan soal dan kunci jawaban yang dibuat oleh Panitia dengan didasarkan pada beberapa referensi.

Baca Juga :  Terkait Polemik SK Teko, Bupati Belu Minta Baperjakat Tinjau Kembali

Berikut kutipan beberapa contoh soal yang memiliki jawaban keliru dari panitia berdasarkan gugatan Robi Bau:

1 . Butir Soal Nomor 1. (dikutip sesuai isi teks soal yang diberikan Pantia) Tanda hubung yang digunakan secara benar terdapat pada

a. Adat sopa-santun
b. Muka merah-padam
c. Kaum muda-belia
d. Rumah porak-poranda
e. Penuh kasih-sayang

Jawaban yang benar menurut kunci jawaban panitia : C.
Terhadap soal ini saya mengajukan keberatan pada saat pemeriksaan hasil jawaban oleh panitia dan bakal calon kepala desa. Saya memilih opsi d. Rumah porak-poranda sebagai jawaban yang benar. Kata muda-belia adalah kata benda dan kata sifat yang tidak bisa digabungkan dengan tanda hubung (-). Sementara porak-poranda adalah dua kata yang bisa dihubungkan dengan tanda penghubung secara benar. Menurut KBBI kata porak-poranda/po.rak-po.ran.da/ a 1 cerai-berai tidak keruan; berserakan; terserak ke mana-mana porak-peranda; 2 kacau-balau; kucar-kacir; morat-marit. Maka jawaban C pada kunci jawaban panitia salah dan jawaban yang benar pada opsi D. Dengan demikian jawaban saya benar.


2. Butir Soal Nomor 2. (dikutip sesuai isi teks soal yang diberikan Panitia) Rangkaian penulisan kata serapan yang sesuai dengan EYD adalah…
a. Monarkhi, akhir analisa, autopsi
b. Sekunder, ransliterasi, Varitas
c. Teknik, khlorida, komplit, materiel
d. Frekwensi, ekstrimis, etletik, grup
e. Komplet, anarki, varietas, pasien