“Ini hadiah dan apresiasi untuk yang juara” ujar Bupati Nagekeo Simplisius Donatus saat memberikan kaos berwarna merah kepada salah satu joki cilik.
Dugaan Praktik Eksploitasi Anak
Olahraga pacuan kuda di Indonesia mulai dilirik masyarakat dan memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi cabang olahraga bergengsi. Tidak hanya melestarikan warisan budaya, pacuan kuda juga memberikan kontribusi ekonomi dan sosial yang signifikan.
Di Kabupaten Nagekeo, peluang ini ditangkap oleh para pencinta kuda juga persatuan olahraga berkuda seluruh Indonesia (Pordasi). Dalam empat tahun terakhir Pordasi rutin menggelar turnamen pacuan kuda di beberapa lokasi berbeda-beda. Bagi para pencinta Kuda, pacuan kuda bukan hanya sebatas olahraga semata akan tetapi lebih kepada bisnis yang menjanjikan.
Perlombaan pacuan kuda piala Bupati Nagekeo dari tahun ke tahun diketahui menggunakan joki cilik. Fenomena anak digunakan dalam perlombaan pacuan kuda tersebut, dianggap biasa saja dan suatu kebanggan. Dibekali dengan cerita-cerita masa silam tentang kejayaan joki yang menggunakan seorang anak. Tantangan ini kemudian membuat orang salah menerjemahkan tentang kesenangan dan eksploitasi anak. Permasalahan semakin kompleks tatkala anak menjadi korban, saksi, dan pelaku dari kegiatan tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












