Daerah  

Dulu Belajar di Bawah Pohon, Kini Punya Ruang Kelas Layak: Kapolda NTT Resmikan MI Al-Hidayah Pulau Kukusan, Bawa Harapan Baru Pascagempa.

Avatar photo
Reporter : Yor Tefa Editor: Yor Tefa

Revitalisasi dua ruang kelas yang telah dilakukan menjadi langkah awal untuk menghadirkan ruang belajar yang lebih layak. Kini kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung di empat ruang kelas, memberikan kenyamanan sekaligus meningkatkan semangat siswa dalam menuntut ilmu. Kapolda NTT, Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, menyampaikan bahwa perhatian ini adalah wujud kepedulian Polri terhadap seluruh lapisan masyarakat. “Kami memohon maaf. Ternyata masih ada sekolah-sekolah yang kondisinya seperti ini,” ujar beliau dengan rendah hati.

Selain meresmikan revitalisasi sekolah, rombongan juga menyerahkan bantuan berupa sembako, susu, mainan anak, serta perlengkapan sekolah bagi masyarakat dan tenaga pendidik. Kegiatan dilengkapi dengan kegiatan trauma healing bagi anak-anak Pulau Kukusan, guna membantu mengurangi rasa takut dan kecemasan pascabencana gempa bumi.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Harapan kami, pasca gempa ini anak-anak tidak lagi trauma dan bisa kembali hidup normal sehingga bisa bersekolah lagi,” ujar Kapolda NTT.

Kehadiran langsung Kapolda NTT di Pulau Kukusan menunjukkan bahwa pelayanan Polri tidak berhenti di wilayah perkotaan. Wilayah kepulauan dengan akses terbatas juga menjadi prioritas. Bagi warga, perhatian tersebut bukan sekadar bantuan material — melainkan pesan bahwa mereka tidak berjalan sendiri menghadapi masa pemulihan pascagempa. Sekolah yang kembali memiliki ruang belajar layak menjadi simbol harapan baru. Di tempat yang jauh dari pusat kota, anak-anak Pulau Kukusan tetap memiliki hak yang sama untuk belajar, tumbuh, dan mengejar cita-cita.