Opini  

Efisiensi TKD 2026: Saatnya Daerah Berhenti Bergantung dan Mulai Kreatif Secara Fiskal

Reporter : Nyong R Editor: Redaksi
IMG 20250916 WA0015

• Reprioritisasi belanja: dari birokrasi ke sektor pertanian, UMKM, digitalisasi layanan, dan infrastruktur dasar.

• Digitalisasi proses anggaran: untuk menekan biaya administrasi dan memperkuat akuntabilitas.

3. Jalan Keluar: Creative Financing sebagai Solusi Jangka Menengah

Arah yang kini didorong pemerintah — creative financing — sesungguhnya sudah lama menjadi tuntutan dalam manajemen publik modern. Namun, creative financing bukan sekadar mencari pinjaman, tetapi kemampuan daerah menggerakkan sumber daya di luar APBD secara inovatif dan akuntabel.

Beberapa prasyarat agar creative financing berhasil:

1) Kepastian hukum dan tata kelola yang kredibel. Investor dan lembaga keuangan tidak akan mau masuk bila Pemda belum memiliki regulasi kerja sama yang jelas (misalnya, Perda KPBU atau mekanisme jaminan aset).

2) Aset daerah yang terdata dan bisa dimonetisasi. Banyak daerah memiliki aset tidur — tanah, BUMD pasif, gedung tak produktif — yang bisa dioptimalkan untuk skema asset-backed financing.



Exit mobile version