Opini  

Efisiensi TKD 2026: Saatnya Daerah Berhenti Bergantung dan Mulai Kreatif Secara Fiskal

Reporter : Nyong R Editor: Redaksi
IMG 20250916 WA0015

Beberapa kota seperti Surabaya dan Banyuwangi sudah memulainya melalui open data dashboard yang memuat peta proyek dan sumber pembiayaannya.

5. Bangun Kemitraan Strategis dengan Universitas dan Lembaga Riset.

Pemda tidak bisa bekerja sendiri. Dunia akademik memiliki peran penting dalam membantu desain kebijakan pembiayaan kreatif yang berbasis data dan analisis ekonomi lokal.

Kemitraan ini penting untuk memetakan sektor unggulan yang bisa dijadikan entry point pembiayaan kreatif—misalnya:

• Pertanian & irigasi pintar untuk daerah agraris,

• Pariwisata berkelanjutan untuk daerah wisata,

• Energi hijau dan perikanan modern untuk daerah kepulauan.

Dengan kolaborasi ini, Pemda tidak hanya efisien secara fiskal, tetapi juga mampu melahirkan inovasi berbasis potensi lokal.

Penutup

Efisiensi TKD 2026 bukan sekadar soal penghematan, melainkan momentum reformasi fiskal daerah.

Pemda harus berhenti melihat APBN sebagai “tabungan utama”, dan mulai membangun mesin ekonomi otonom.

Kepala daerah dituntut bukan hanya pandai berpolitik, tetapi juga melek manajemen fiskal dan berani berinovasi finansial. Daerah yang adaptif dan kreatif akan bertahan, bahkan tumbuh — sementara yang pasif akan semakin tergantung dan tertekan.



Exit mobile version