Enam Kader IMM Sikka Gelar Bakar Lilin dan Doa Bersama atas Wafatnya  YBR (10), agar Anak-anak Tak Lagi Menanggung Sunyi

Avatar photo
Reporter : Humas Unimof Editor: Redaksi
IMG 20260205 WA0033

Maumere, Flobamora-news.com – Di tengah keheningan malam, enam pemuda yang tergabung sebagai kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Sikka berdiri berjejer di depan Kantor Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Sikka, Rabu (4/2/2026) malam.

Dengan lilin menyala di hadapan mereka, keenamnya memilih hadir tidak sebagai kerumunan, melainkan sebagai sikap. Sikap untuk tidak diam. Sikap untuk tidak tunduk. Sikap untuk tidak berlindung di balik rasa aman dan nyaman.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Aksi bakar lilin dan doa bersama itu digelar sebagai bentuk bela sungkawa mendalam atas meninggalnya YBR (10), siswa kelas IV sekolah dasar asal Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kepergian seorang anak di usia yang sangat belia tersebut mengguncang nurani publik, sekaligus memantik pertanyaan-pertanyaan serius tentang kepekaan sistem pendidikan dan lingkungan sosial terhadap beban yang dipikul anak-anak.

Enam kader IMM Sikka itu datang dengan cara damai dan tertib. Tidak ada teriakan, tidak ada spanduk besar, tidak pula pengeras suara. Hanya lilin, doa, dan keheningan yang sengaja dibiarkan berbicara. Bagi mereka, keheningan itu justru menjadi bentuk kritik paling jujur: kritik terhadap sistem yang kerap abai, dan terhadap budaya diam yang terlalu sering dipilih demi rasa aman.

Disclaimer:
Artikel Ini Merupakan Kerja Sama Flobamora-News.Com Dengan Unimof. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Unimof.