Enam Kader IMM Sikka Gelar Bakar Lilin dan Doa Bersama atas Wafatnya  YBR (10), agar Anak-anak Tak Lagi Menanggung Sunyi

Avatar photo
Reporter : Humas Unimof Editor: Redaksi
IMG 20260205 WA0033

Penempatan tuntutan di kantor dinas tersebut ditegaskan bukan sebagai ancaman, melainkan pengingat moral dan panggilan nurani. Keenam kader IMM Sikka menyatakan bahwa apabila tuntutan belum memperoleh perhatian dan tindak lanjut sebagaimana mestinya, mereka akan tetap
mengambil peran sebagai pengawas publik melalui cara-cara damai, rasional, dan konstitusional.

Aksi ini sekaligus menjadi penegasan garis sikap politik gerakan enam kader IMM tersebut. Di tengah situasi ketika sebagian pihak memilih aman, menghindari risiko, dan menunggu situasi reda, mereka justru memilih hadir di ruang publik dengan sikap yang jelas. Bagi mereka, keberpihakan tidak
boleh ditunda, dan empati tidak boleh dinegosiasikan.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Kami sadar, sikap ini mungkin tidak populer. Tapi gerakan mahasiswa dan kader seharusnya tidak hidup dari popularitas, melainkan dari keberanian menyuarakan kebenaran,” ujar salah satu kader lainnya.

Doa bersama yang digelar di penghujung aksi menjadi penutup yang hening. Keenam kader berdiri dengan kepala tertunduk, mendoakan almarhum YBR serta keluarga yang ditinggalkan. Mereka juga menyelipkan doa agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi, dan agar seluruh pemangku kepentingan diberi keberanian untuk berbenah.

Disclaimer:
Artikel Ini Merupakan Kerja Sama Flobamora-News.Com Dengan Unimof. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Unimof.