Bagi keenam kader IMM Sikka, aksi ini bukan akhir, melainkan awal dari komitmen panjang untuk terus mengawal isu pendidikan dan perlindungan anak dengan cara-cara damai, kritis, dan
berlandaskan nilai kemanusiaan. Mereka menegaskan akan tetap mengambil peran sebagai pengingat moral, meskipun harus berjalan di jalur yang tidak selalu nyaman. “Menolak tunduk bukan berarti melawan tanpa arah. Menolak tunduk berarti setia pada nurani dan berpihak pada kehidupan,” tutup pernyataan mereka.
Di bawah cahaya lilin yang perlahan meredup, enam pemuda itu meninggalkan lokasi dengan keyakinan bahwa suara kecil yang jujur tetap memiliki arti. Bahwa di tengah budaya diam, masih ada mereka yang memilih bersuara. Bukan karena ingin terlihat berani, tetapi karena merasa tidak punya pilihan lain selain berpihak.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
