Enam Kader IMM Sikka Gelar Bakar Lilin dan Doa Bersama atas Wafatnya  YBR (10), agar Anak-anak Tak Lagi Menanggung Sunyi

Reporter : Humas Unimof Editor: Redaksi
IMG 20260205 WA0033

Bagi keenam kader IMM Sikka, aksi ini bukan akhir, melainkan awal dari komitmen panjang untuk terus mengawal isu pendidikan dan perlindungan anak dengan cara-cara damai, kritis, dan
berlandaskan nilai kemanusiaan. Mereka menegaskan akan tetap mengambil peran sebagai pengingat moral, meskipun harus berjalan di jalur yang tidak selalu nyaman. “Menolak tunduk bukan berarti melawan tanpa arah. Menolak tunduk berarti setia pada nurani dan berpihak pada kehidupan,” tutup pernyataan mereka.

Di bawah cahaya lilin yang perlahan meredup, enam pemuda itu meninggalkan lokasi dengan keyakinan bahwa suara kecil yang jujur tetap memiliki arti. Bahwa di tengah budaya diam, masih ada mereka yang memilih bersuara. Bukan karena ingin terlihat berani, tetapi karena merasa tidak punya pilihan lain selain berpihak.

Disclaimer:
Artikel Ini Merupakan Kerja Sama Flobamora-News.Com Dengan Unimof. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Unimof.


Exit mobile version