FPDT Sorot Polemik Seleksi Paskibraka TTS: Ada Indikasi Intervensi Politik dan Pemaksaan Nama

IMG20250830130956

TTS.Flobamora-News.Com || Forum Pemerhati Demokrasi Timor (FPDT) melalui Juru Bicaranya, Dony E Tanoen, SE, mengeluarkan pernyataan sikap resmi terkait polemik yang mewarnai proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) tahun 2026. Isu utama yang disorot menyangkut keterlibatan nama Gresyani I Tenistuan, yang dinilai memiliki sejumlah kejanggalan serius dalam proses penentuannya.Selasa 12 Mei 2026

 

Berdasarkan data dan informasi yang dihimpun FPDT, hasil seleksi murni menempatkan Gresyani I Tenistuan berada di urutan ke-17 dari keseluruhan peserta. Padahal, kuota yang disediakan dan dibutuhkan untuk perwakilan Paskibraka tingkat Kabupaten TTS hanya berjumlah 15 orang. Fakta ini menimbulkan pertanyaan besar, lantaran muncul dugaan kuat adanya upaya pemaksaan agar nama tersebut tetap masuk dalam daftar akhir, meskipun secara peringkat tidak memenuhi syarat.

 

Indikasi Intervensi Komisi I DPRD TTS

Informasi yang diterima FPDT menyebutkan adanya tekanan dan campur tangan yang dilakukan oleh pihak Komisi I DPRD TTS. Diduga keras, lembaga legislatif tersebut “memaksakan” masuknya nama Gresyani I Tenistuan ke dalam daftar peserta lolos, terlepas dari hasil penilaian objektif tim seleksi. Hal ini dinilai sangat menyimpang, karena proses seleksi seharusnya murni didasarkan pada kemampuan, prestasi, dan kriteria yang telah ditetapkan, bukan kepentingan atau rekomendasi pihak tertentu.



Exit mobile version