Karakteristik geologi Nusa Tenggara memang menjadikan wilayah ini sebagai salah satu daerah dengan aktivitas seismik yang tinggi. Interaksi antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia menyebabkan akumulasi energi yang sewaktu-waktu dilepaskan dalam bentuk gempa bumi.
Berdasarkan peta tingkat guncangan atau shakemap yang diterbitkan BMKG, intensitas gempa mencapai V MMI di Sulamu, Fatuleu Barat, Kupang Timur, dan Kota Oelamasi. Pada tingkat ini, getaran dirasakan hampir oleh seluruh penduduk. Banyak warga terbangun atau berhamburan keluar rumah, barang-barang bergoyang bahkan dapat terjatuh, sementara gerabah dan benda-benda rapuh berpotensi pecah.
Sementara itu, wilayah Kota Kupang, Kota Soe, Kota Kefamenanu, dan Kota Baa merasakan guncangan dengan intensitas IV MMI. Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh hampir semua orang di dalam rumah. Sebagian masyarakat dilaporkan keluar bangunan karena khawatir, meskipun dampak kerusakan yang ditimbulkan umumnya bersifat ringan.
Hingga pukul 18.24 WIB atau sekitar setengah jam setelah gempa utama terjadi, BMKG menyatakan belum terdeteksi adanya aktivitas gempa susulan (aftershock) berdasarkan hasil pemantauan instrumen seismik.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












