Presiden menekankan bahwa pencapaian tersebut harus diiringi dengan sikap kewaspadaan dan keberanian untuk terus mengoreksi diri.
“Bangsa Indonesia harus sungguh-sungguh menjadi bangsa yang waspada, bangsa yang selalu mau mengoreksi diri, dan bangsa yang berani menghadapi segala keadaan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Presiden mengungkapkan keprihatinannya terhadap pengelolaan kekayaan nasional yang selama ini belum optimal. Ia menilai masih banyak kekayaan bangsa yang tidak dikelola dengan baik sehingga menimbulkan kebocoran dan belum sepenuhnya dinikmati oleh rakyat.
“Saya prihatin dan sedih dengan kenyataan bahwa banyak kekayaan kita yang tidak pandai kita kelola,” ungkapnya
Presiden juga menyoroti ketimpangan antara kekayaan negara dan kondisi kehidupan rakyat. Menurutnya, kondisi tersebut tidak masuk akal dan berbanding terbalik dengan kenyataan yang terjadi.
“Bagaimana mungkin negara yang begitu kaya, tetapi masih banyak rakyatnya yang miskin. Ini tidak masuk akal dan tidak masuk di hati saya,” tegasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












