Selain itu, kredit bermasalah di Bank NTT saat ini cukup besar.
“Saya akan bentuk tim khusus untuk menyelesaikan kredit bermasalah ini,” tegasnya.
Langkah berikutnya, kata Charlie, adalah menerapkan program penghematan di berbagai lini.
“Sistem penghematan harus dibenahi. Kita harus tahu bidang mana yang prioritas. Boros-boros itu harus dikurangi,” ujarnya.
Dirut baru itu juga menilai struktur kredit Bank NTT masih didominasi oleh kredit konsumtif. Untuk itu, ia berencana memperluas portofolio kredit komersial.
Saya akan keliling setiap kabupaten, lakukan customer gathering. Panggil semua pengusaha, jelaskan tentang Bank NTT, dan ajak mereka jadi nasabah Bank NTT, bukan bank lain,” jelasnya.
Namun, Charlie menekankan bahwa peningkatan pelayanan menjadi kunci utama. “Kalau hanya bujuk orang tapi pelayanan kita jelek, bagaimana? Pelayanan harus bagus dulu,” tutupnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












