Foto: Plt Direktur Utama Bank NTT, Yohanis Landu Praing.
KUPANG, Flobamora-news.com – Bank NTT sedang berada di jalur positif. Setelah melakukan berbagai pembenahan internal dan memperkuat mekanisme pengawasan kredit, rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) pada Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro kini berhasil ditekan ke angka 2,6 persen. Angka ini dinilai sangat menjanjikan dan menjadi penentu utama dalam membuka peluang bagi Bank NTT mendapatkan kembali kuota penyaluran KUR hingga Rp1 triliun dari pemerintah pusat.
“Kami sudah lakukan perbaikan. Dengan angka NPL di 2,6 persen, itu berarti ada kebijakan yang tepat dan berjalan baik,” ujar Plt Direktur Utama Bank NTT, Yohanis Landu Praing. Ia menegaskan, konsistensi menjaga tren penurunan ini dalam dua hingga tiga bulan ke depan menjadi krusial.
“Kalau angkanya stabil atau terus turun, maka kuota itu pasti kita dapat. Tapi selama tiga bulan ini kita harus jaga agar NPL-nya tidak naik lagi,” tegasnya.
Menurut Yohanis, penguatan dilakukan tidak hanya pada aspek kredit, tetapi juga pada pendampingan debitur dan perbaikan sistem penyaluran. Bank NTT kini lebih selektif dalam menentukan calon penerima KUR, dengan pendekatan berbasis data serta evaluasi menyeluruh terhadap kelayakan usaha dan kapasitas pembayaran.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












