Kandidat Doktor Studi Pembangunan UKSW Slatiga itu menantang para wisudawan/ti untuk terlibat aktif dalam sejarah kebangkitan NTT dari lubang kemiskinan. Membawa NTT menuju sejahtera. Menurutnya, kemiskinan NTT terutama disebakan oleh ketidakmampuan sumberdaya manusia kita untuk mengelola sumberdaya alam secara maksimal. Manusia NTT tidak hanya punya masalah pada kecerdasan kognisi, tapi terutama karena kurangnya semangat juang.
“Artinya tidak cukup mengisi kepala dengan pengetahuan agar bisa diwisuda. Berulang kali saya katakan, orang hebat itu tidak cukup hanya punya kecerdasan tapi juga punya militansi yang luar biasa. Banyak sekali intelektual hebat di NTT, tapi tidak militan. Dengan panas saja takut. Kalau ambil jurusan peternakan, pertanian atau perikanan, jangan takut untuk menjadi hitam. Harus berani susah,” pungkas Viktor Laiskodat.
Sementara itu, Rektor Undana Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si dalam pidatonya berjudul *_Digital Dictatorship_* atau Diktator Digital mengatakan, Revolusi Industri 4.0 dengan *_artificial intelligence_* atau kecerdasan buatan telah banyak mengambil alih sejumlah pekerjaan fisik. Membuat banyak orang kehilangan pekerjaan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












