Foto: Dt. Sony Libing Kepala Dinas Perindusterian dan Perdagangan NTT
Kupang, Flobamora-news.com — Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang memasuki babak baru pembangunan ekonominya. Bukan lagi bergantung pada arus barang dari luar daerah, kini NTT menggerakkan roda ekonomi dari dalam melalui tiga kekuatan strategis: OVOP (One Village One Product), Dapur Flobamorata, dan NTT Mart. Ketiganya tak sekadar program, tetapi menjadi mesin pengguncang pasar yang dirancang untuk meledakkan peredaran produk lokal dan kemandirian ekonomi rakyat.
Program ini merupakan respons cepat Pemerintah Provinsi NTT atas kenyataan pahit bahwa defisit perdagangan daerah mencapai Rp51 triliun—angka yang menggambarkan betapa dominannya produk luar di pasar lokal. Gubernur NTT pun mengambil langkah berani dan memberi perintah tegas kepada seluruh jajarannya: angkat, jual, dan gunakan produk lokal NTT.
OVOP atau One Village One Product adalah roh dari revolusi ekonomi desa di NTT. Gagasan ini mendorong setiap desa memiliki produk khas berbasis potensi lokal—baik berupa makanan, kerajinan, minuman, hasil pertanian, hingga produk kebersihan seperti sabun dan detergen.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










