PT Benenai Permai Milik Beny Candra Berhasil Eksekusi Lahan di Kobalima

FlobamoraNews

MALAKA, Flobamora-news.com-Masalah perdata tersebut berhasil dikuasi oleh PT. Benenai Permai melalui keputusan pengadilan Negeri Atambua Nomor: 12/PDT.G/1996/PN.ATB yang bertanggal 18 Agustus 1997. Menindaklanjuti putusan kejaksaan negeri Belu tersebut, Panitera PN. Atambua dibawa pimpinan Sega Hendricus, S.H bersama staf yang didampingi oleh personil keamanan Polres Belu dan Raider 744 Atambua melakukan eksekusi lahan perkara yang telah dimenangkan oleh Beny Cardradinata.

Eksekusi yang dilakukan di Desa Rainawe, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur Senin, (09/12/2019) ini, sempat mendapat penolakan dari warga setempat. Walau demikian Panitera PN Atambua tetap melakukan eksekusi terhadap lahan tersebut, sebab, menurutnya putusan ini telah memiliki hukum tetap.

“Keputusan pengadilan ini telah memiliki hukum tetap. Sehingga kami tetap menjalankan perintah sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.” Tegas Herdricus.

Baca Juga :  Korem 161/Wira Sakti Gelar Komsos Cegah Tangkal Radikalisme/Separatisme

Setelah mendengar penjelasan Panitera PN Atambua ini, masyarakat setempat bersedia untuk panitera melakukan tugasnya, namun masyarakat tetap menolak dalam berita acara eksekusi.

“Silahkan Pak Panitera PN. Atambua bersama staf melakukan tugas pemerintah namun, kami tetap menolak dan kami akan tetap menggugat masalah ini.” Tegas Bona Bau salah satu masyarakat desa itu.

Bona kemudian menandatangani berita acara tersebut dengan catatan, ia bersama masyarakat menolak putusan ini dan akan meminta pengadilan untuk melakukan banding.

Bona Bau bersama masyarakat diberih waktu delapan hari untuk menggugat putusan pengadilan negeri Atambua terkait kasus ini.

Baca Juga :  Kunjungan Kapolda NTT di Mako Lantamal VII

“Kami beri waktu delapan hari untuk masyarakat melakukan gugatan terkait eksekusi yang dilakukan ini, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.” Tutup Sega Hendricus.

 


Reporter: Herry Metak.


Tulisan ini berasal dari redaksi