Daerah  

Implementasi CSR PT TBIG Fokus Meningkatkan Inklusivitas Sosial

Avatar photo
IMG 20250414 WA0043

Kurikulum pembelajaran fiber optik dapat meliputi berbagai topik, seperti topologi, perhitungan rugi-rugi, teknik penyambungan, peralatan, pengkabelan, IP Address, dan dasar jaringan komputer. Dari hasil pelatihan tersebut, guru-guru dapat mengelaborasi kurikulum fiber optik dari kementerian juga kurikulum yang siap menghadapi dunia kerja. Di sinilah mindset metodelogi mengajar guru-guru kata Andika sedikit berubah yang mana sebelumnya hanya mengandalkan kurikulum pemerintah kini lebih fleksibel menggabungkan kurikulum kementerian dan kurikulum hasil pelatihan.

Dia meyebut, kelemahan kurikulum Viber optik selama ini yakni kurangnya bahan pembelajaran yang relevan dengan perusahaan sebagai hanya ada satu bab yang membahas kerja-kerja perusahaan. Padahal di dunia industri permintaanya tenaga kerja yang siap pakai. “Dari hasil pelatihan kemarin bersama perusahaan-perusahaan dan TBIG kita buatkan kurikulum khusus yang diterapkan di sekolah kami” tandasnya.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Dampak positif dari implementasi CSR TBIG juga dirasakan siswa SMK yang pernah mengikuti program pelatihan diantaranya Ahmad Irfan Naufal dan Agung Budi juga Fahri dari SMK Setya Dharma Palembang. Fahri mengaku hasil pelatih tersebut saat ini dia sudah bekerja sebagai karyawan di PT Cipta Jaya Sejahtera.