Opini  

Indonesia di Ambang Middle Income Trap, Bertumbuh Tanpa Pernah Naik Kelas

Reporter : Nyong R Editor: Redaksi
IMG 20251210 WA0046

Kontribusi manufaktur terhadap PDB turun dari lebih dari 27 persen pada awal 2000-an menjadi sekitar 18–19 persen saat ini. Penurunan ini bukan sekadar fluktuasi siklus bisnis, melainkan gejala deindustrialisasi dini yang terjadi sebelum Indonesia mencapai tingkat pendapatan tinggi. Negara-negara yang berhasil keluar dari Middle Income Trap tidak menempuh jalur ini. Korea Selatan, Taiwan, dan kemudian China menjaga manufaktur sebagai tulang punggung ekonomi sambil terus meningkatkan kompleksitas teknologi dan nilai tambahnya. Indonesia justru bergerak sebaliknya. Ekonomi tumbuh, tetapi semakin dangkal.

Pola pertumbuhan yang dangkal ini diperkuat oleh ketergantungan berlebihan pada komoditas. Lonjakan harga batubara, nikel, sawit, dan mineral lain memang kerap menyelamatkan Indonesia dalam jangka pendek. Namun ekonomi berbasis komoditas menciptakan ilusi kemakmuran tanpa membangun fondasi jangka panjang. Nilai tambahnya rendah, volatilitasnya tinggi, dan kontribusinya terhadap peningkatan keterampilan tenaga kerja sangat terbatas.



Exit mobile version