Opini  

Indonesia di Ambang Middle Income Trap, Bertumbuh Tanpa Pernah Naik Kelas

Reporter : Nyong R Editor: Redaksi
IMG 20251210 WA0046

Tanpa lonjakan kualitas manusia, bonus demografi justru berpotensi berubah menjadi beban. Tenaga kerja melimpah, tetapi produktivitas rendah. Upah tertekan, ketimpangan melebar, dan ketegangan sosial meningkat. Negara-negara yang berhasil keluar dari Middle Income Trap memahami bahwa pendidikan adalah investasi strategis jangka panjang. Korea Selatan membangun fondasi pendidikan sains dan teknologi jauh sebelum menjadi negara maju. Indonesia hingga kini masih lebih sibuk memperluas akses daripada memastikan mutu.

Masalah serupa terlihat di pendidikan tinggi. Jumlah perguruan tinggi dan lulusan sarjana terus meningkat, tetapi peningkatan ini tidak diikuti lonjakan inovasi. Belanja riset Indonesia hanya sekitar 0,3–0,4 persen PDB, jauh tertinggal dari negara-negara Asia Timur yang mengalokasikan 2 hingga 4 persen.

Tanpa riset, inovasi sulit lahir. Tanpa inovasi, lompatan produktivitas hampir mustahil terjadi. Universitas lebih banyak menghasilkan pencari kerja daripada pencipta teknologi. Publikasi ilmiah meningkat, tetapi jarang terhubung dengan kebutuhan industri. Kampus dan pabrik hidup di dua dunia yang terpisah. Dalam ekonomi berbasis pengetahuan, kondisi ini merupakan kelemahan struktural yang serius.



Exit mobile version