Produktivitas tidak bisa ditingkatkan melalui slogan. Ia membutuhkan pendidikan berkualitas, teknologi, manajemen modern, serta inovasi proses dan produk yang berkelanjutan. Semua itu menuntut konsistensi kebijakan jangka panjang.
Di sinilah faktor kelembagaan menjadi penentu. Regulasi yang tumpang tindih, kebijakan yang mudah berubah, serta birokrasi yang lambat menciptakan ketidakpastian. Investor jangka panjang membutuhkan kepastian arah, bukan sekadar insentif sesaat. Negara-negara Asia Timur yang berhasil keluar dari jebakan pendapatan menengah memiliki disiplin kebijakan lintas pemerintahan. Arah pendidikan dan industrialisasi tidak berubah setiap lima tahun. Indonesia masih kesulitan menjaga kesinambungan tersebut.
Indonesia belum terlambat, tetapi jendela peluangnya semakin sempit. Banyak ekonom menilai periode 2025–2035 sebagai fase penentuan. Jika dalam dekade ini Indonesia gagal meningkatkan produktivitas dan nilai tambah secara signifikan, risiko terjebak Middle Income Trap akan semakin besar. Pertumbuhan 5 persen tidak lagi memadai. Indonesia membutuhkan pertumbuhan berkualitas yang ditopang inovasi, industrialisasi cerdas, dan peningkatan kapasitas manusia.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
