“Sekarang air di sumur kami pakai untuk main-main saja, kalau dulu kami harus pakai ini air dengan hati-hati karena air ini pakai untuk minum. Waktu untuk main lebih banyak karena kami tidak harus pergi timba air lagi, dulu kalau tidak ambil air mama marah,” ungkapnya sambil mencuci wajah yang berkeringat dengan sedikit debu.
Kini sumur sedalam 70 meter itu tidak banyak digunakan lagi semenjak ada air dari sumur bor bantuan Plan Internasional mengalir sampai ke rumah warga sekitar Kelurahan Lape ini. Air dari sumur ini hanya sebagai alternatif untuk menyiram tanaman atau menjadi sarana bermain anak-anak.
Pekarangan Rumah Semakin Asri
Jarum jam menunjukkan pukul 17:30 WITA. Hari sudah mulai gelap. Akan tetapi Elisabeth Ngole belum beranjak dari belakang rumahnya. Ia masih sibuk menyiram sayuran sembari membawa air yang diisi dalam ember hitam dengan cerek sebagai pengganti gayung. Ada terong, kacang panjang, jagung, cabai, serai dan beberapa tanaman palawija yang ditanam di atas bedengan.
“Lumayan untuk bantu-bantu uang dapur, kalau cabe memang selama ini saya tidak pernah beli di pasar, cukup untuk konsumsi kami dalam rumah” ungkap Elisabeth sembari menyiram tanamannya satu per satu.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












