Kerusakan jalan ini tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi, tetapi juga memperlambat mobilitas pelayanan publik. Petani kesulitan mengangkut hasil panen, dan kendaraan umum enggan melintas karena risiko kerusakan yang tinggi.
Situasi ini memicu kritik tajam terhadap Pemerintah Kabupaten Malaka, yang dinilai lamban dalam menangani infrastruktur dasar. Warga merasa bahwa janji-janji pembangunan jalan yang sering diucapkan belum direalisasikan.
“Pemerintah seharusnya memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan ini. Kami juga membutuhkan perhatian, karena dari sinilah kehidupan masyarakat kecil berjalan,” imbuh Agustinus.
Warga sekitar berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan untuk memperbaiki jalan tersebut. Jika dibiarkan berlarut-larut, kondisi ini tidak hanya menghambat aktivitas sehari-hari, tetapi juga mencerminkan kurangnya komitmen pemerintah terhadap pemerataan pembangunan di Kabupaten Malaka.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












