Kefamenanu.Flobamora-News.Com || Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Norbertus Tubani, menyoroti serius lambannya progres pembangunan deker di Desa Makun, Kecamatan Feotleu. Proyek tersebut dinilai krusial karena dibiayai melalui biaya tidak terduga (BTT) yang sejatinya bersifat mendesak dan harus dikerjakan secara cepat serta bertanggung jawab.
Norbertus menegaskan, penggunaan BTT memiliki konsekuensi moral dan administratif yang tinggi. Proyek dengan skema penunjukan langsung, tanpa melalui proses pelelangan, seharusnya justru mempercepat pelaksanaan pekerjaan, bukan sebaliknya.
“Karena ini anggaran bencana dan dikerjakan melalui penunjukan langsung, maka tidak ada alasan bagi kontraktor untuk bekerja setengah-setengah. Pekerjaan harusnya dikerjakan secara serius dan tepat waktu,” tegas Norbertus kepada media ini.
Politisi yang juga menjabat sebagai Sekretaris Fraksi PKB DPRD TTU itu mengungkapkan, pembangunan deker Makun telah dimulai sejak Agustus 2025. Namun hingga memasuki pertengahan Januari 2026, proyek tersebut belum juga rampung. Kondisi itu dinilai janggal dan patut dipertanyakan, mengingat objek pekerjaan hanya berupa satu unit deker penghubung akses jalan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












