Kuasa Hukum Kepsek SD Tubuhue Sebut Ada Tekanan dan Permintaan Uang Rp15 Juta oleh Afred Ba,un

Reporter : Marfin Editor: Marfin
IMG 20260523 21160242

“Bahkan pagi harinya bendahara terus dihubungi dan diminta segera datang membawa uang. Nomor rekening juga sempat dikirim agar uang bisa langsung ditransfer,” katanya.

 

Karena merasa tertekan dan takut dilaporkan ke aparat penegak hukum, lanjut Arman, kepala sekolah kemudian mengumpulkan panitia pembangunan serta para guru untuk membahas persoalan tersebut. Dalam pertemuan itu, disepakati pengumpulan uang Rp15 juta yang kemudian diantar ke rumah Ketua Araksi NTT.

 

“Dalam video yang kami pegang, saat klien kami tiba di rumah, langsung ditanyakan: ‘Mana uang yang kalian bawa?’ Setelah uang diserahkan, baru disampaikan agar pekerjaan dilanjutkan,” ungkapnya.

 

Menurut Arman, video penyerahan uang sengaja dibuat oleh kliennya sebagai bentuk dokumentasi dan pertanggungjawaban karena uang tersebut keluar tanpa kuitansi resmi.

 

“Klien kami membuat video itu sebagai bukti jika suatu saat ada pemeriksaan dari kementerian atau auditor. Karena uang itu keluar tanpa kuitansi, maka video dijadikan bagian dari bukti pertanggungjawaban,” jelasnya.



Exit mobile version