Daerah  

Kurang Sosialisasi, Proyek Geothermal di NTT Timbulkan Kegaduhan

Avatar photo
IMG 20250721 WA0102

Jakarta, FlobamoraNews.com– Ketika bangsa kita menggenjot re-industrialisasi dan hilirisasi di era pemerintahan Prabowo Subianto, secara substansial mesti ditopang dengan suplai energi yang memadai dan menjangkau hingga pelosok daerah se-Nusantara.

Namun pasokan energi ini harus merupakan energi hijau yang menunjang industri hijau.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Dampak lingkungan hidup dalam proses pengadaan suplai energi hijau ini patut menjadi landasan utama agar hidup masyarakat setempat tidak terganggu.

Demikian hal itu diutaraka Ilham Habibie pada diskusi yang diselenggarakan Forum Dialog Nusantara (FDN) di Perpustakaan Habibie dan Ainun, Jakarta, Jumat (18/7/2025).

Hal itu diperkuat oleh pernyataan Gubernur NTT, Emanuel Melkiade Laka Lena yang juga hadir sebagai narasumber kunci pada acara tersebut.

Gubernur Melki menegaskan bahwa transformasi energi saat ini harus menjadi perhatian utama pemerintah dan perlu kajian yang mendalam agar tidak terjadi mispersepsi di masyarakat NTT.

Gubernur Melki menyinggung bahwa gelombang penolakan terhadap proyek geothermal di NTT disebabkan oleh beberapa alasan.