Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, menyampaikan apresiasi atas komitmen seluruh kepala daerah yang hadir dan secara aktif membawa aspirasi dari wilayah masing-masing.
“Saya memberikan apresiasi kepada seluruh kepala daerah yang hadir, baik bupati, wali kota, wakil kepala daerah, maupun sekretaris daerah, yang telah menunjukkan komitmen kuat dengan membawa langsung berbagai aspirasi dari daerahnya. Ini menunjukkan keseriusan kita bersama dalam mencari solusi terbaik,” ujar Wakil Gubernur.
Dalam forum tersebut, segenap kepala daerah menyampaikan kondisi riil di wilayah masing-masing. Sebagian besar daerah di NTT memiliki belanja pegawai di atas 40 persen, bahkan mencapai lebih dari 50 persen, dengan kapasitas fiskal yang terbatas dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang masih rendah.
Para kepala daerah secara umum mengusulkan adanya relaksasi atau fleksibilitas dalam penerapan batas belanja pegawai, dengan mempertimbangkan karakteristik daerah kepulauan, wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), serta ketergantungan tinggi terhadap dana transfer pusat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
