Ia juga menambahkan bahwa terdapat beberapa titik rawan banjir di wilayah Dusun Boknenu dan Dusun Botaf yang belum mendapatkan pembangunan bantaran sungai dengan material bronjong. “Kondisi ini membuat air sungai mudah meluap dan merendam pemukiman warga setiap kali terjadi hujan intens tinggi,” ucapnya.
Yunrit menyampaikan harapan seluruh warga untuk mendapatkan perhatian dari pemerintah desa dan kabupaten guna melakukan pemasangan bronjong di sepanjang bantaran sungai yang berdekatan dengan permukiman. Hal ini bertujuan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, terutama mengingat bencana banjir besar yang pernah memakan korban pada tahun 2010. “Kiranya langkah antisipatif dapat segera dilakukan agar musibah tidak kembali menimpa kita dan memastikan keamanan seluruh warga,” pungkasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












