3. Penguatan Kelembagaan Peternak dan Rantai Nilai
Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR, 2026) dalam proyek GMCP-2020-149 yang berjudul Improving adoption and scaling of proven beef production technologies in Nusa Tenggara Barat and Kalimantan Selatan mengidentifikasi pentingnya menguji sistem manajemen desa terintegrasi secara keseluruhan maupun per komponen. Tim ACIAR (2026) merekomendasikan pengembangan rantai nilai sapi baru yang menghubungkan peternak kecil dengan pemroses daging komersial (ACIAR, 2026, Executive Summary, hal. 3).
Sistem peternakan di Timor NTT membutuhkan lompatan paradigma. Saya, Marno Bunda, merekomendasikan tiga langkah konkret:
1. Percepat adopsi sistem integrasi legum pohon-ternak-tanaman melalui program pendampingan jangka panjang (3–5 tahun) dengan kader peternak lokal, mengikuti model keberhasilan Dahlanuddin dkk. (2024).
2. Perkuat sistem kesehatan ternak berbasis digital dengan melibatkan peternak sebagai community animal health workers terlatih dan berinsentif, sebagaimana diamanatkan Pergub NTT No. 38/2024.
3. Fasilitasi pengembangan kelembagaan peternak otonom yang mampu mengelola rantai nilai berkelanjutan, mengikuti rekomendasi ACIAR (2026).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
