Melampaui Prosedural, Menuju Sistem Peternakan Kompleks di Timor NTT

Reporter : Marno Bunda Editor: Okber Bait
IMG 20260612 WA0038

3. Penguatan Kelembagaan Peternak dan Rantai Nilai

Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR, 2026) dalam proyek GMCP-2020-149 yang berjudul Improving adoption and scaling of proven beef production technologies in Nusa Tenggara Barat and Kalimantan Selatan mengidentifikasi pentingnya menguji sistem manajemen desa terintegrasi secara keseluruhan maupun per komponen. Tim ACIAR (2026) merekomendasikan pengembangan rantai nilai sapi baru yang menghubungkan peternak kecil dengan pemroses daging komersial (ACIAR, 2026, Executive Summary, hal. 3).

Sistem peternakan di Timor NTT membutuhkan lompatan paradigma. Saya, Marno Bunda, merekomendasikan tiga langkah konkret:

1. Percepat adopsi sistem integrasi legum pohon-ternak-tanaman melalui program pendampingan jangka panjang (3–5 tahun) dengan kader peternak lokal, mengikuti model keberhasilan Dahlanuddin dkk. (2024).
2. Perkuat sistem kesehatan ternak berbasis digital dengan melibatkan peternak sebagai community animal health workers terlatih dan berinsentif, sebagaimana diamanatkan Pergub NTT No. 38/2024.
3. Fasilitasi pengembangan kelembagaan peternak otonom yang mampu mengelola rantai nilai berkelanjutan, mengikuti rekomendasi ACIAR (2026).



Exit mobile version