Oleh: Pdt. Marta T. F. Sinaga, M.Si. Teol., Kons.
Nats pembimbing “Sebab Aku tahu bahwa perbuatanmu yang jahat banyak dan dosamu berjumlah besar, hai kamu yang menjadikan orang benar terjepit, yang menerima uang suap dan yangmengesampingkan orang miskin di pintu gerbang” (ay 12) Amos 5:7-13
Oleh: Pdt. Marta T. F. Sinaga, M.Si. Teol., Kons.
KUPANG, Flobamora-News.com – Keadilan seharusnya memberi rasa aman, namun berubah menjadi kepahitan, mematikan dan menyakitkan. Orang miskin ditindas dan orang benar direndahkan. Seperti ada pepatah yang mengatakan bahwa hukum itu tumpulnya ke atas namun tajam ke bawah. Hal ini disampaikan oleh Pendeta Marta T. F. Sinaga, M.Si. Teol., Kons. dalam kotbahnya di Jemaat Bethesda Maulafa Kelurahan Maulafa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada, Minggu 25 Agustus 2024.
Turut hadir dalam kebaktian tersebut antara lain jemaat tamu, jemaat Gereja Bethesda Maulafa dan Majelis.
Dalam kotbahnya Pendeta Marta T. F. Sinaga meberikan gambaran tentang Seorang filsuf Yunani bernama Aristoteles mengungkapkan pikirannya tentang keadilan. Baginya keadilan adalah keseimbangan yang diukur dalam keselarasan bagi semua orang. Pikiran seperti ini terlihat pada nabi Amos yang dipanggil oleh Tuhan untuk menyuarakan keadilan pada zamannya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










