Banyak modus yang digunakan berupa penipuan dengan iming iming gaji besar dan dipekerjakan sebagai asisten Rumah tangga. Kebanyakan para TKI yang berangkat hanya dengan Pendidikan maksimal Sekolah Menengah Pertama (SMP)
“Orang NTT paling banyak dicari oleh majikan dari keturunan Afganistan dan China, karena penurut dan tidak banyak protes meski 5 bulan pertama tidak digaji dengan alasan pemotongan biaya dokumen dan transportasi ke Malaysia “, ungkap Jhon Seo.
“Gaji Mereka tidak dibayar Setelah Bulan ke 6 namun tidak pegang uang, dibayar usai kontrak jika majikan tersebut baik. Jika tidak dibayar gaji, Mereka kabur ke KBRI “, tandas Jhon.
Pengamatan Jhon Seo Saat berkunjung ke KBRI, terdapat shelter atau penampungan para TKW yang mencapai 132 Orang kebanyakan perempuan asal NTT.
Menurut Jhon kemiskinan dan Lapangan Kerja yang minim, yang menjadi pemicu Kasus TKI di Malaysia. Perlindungan terhadap TKI yang minim juga menjadi penyebab saat paspor kadaluarsa tidak ada yang perpanjang termasuk PJTKI yang Tidak kooperatif dan tidak ada perlindungan bagi para TKI asal NTT. (*/dure)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












