Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Tahun 2025, indeks literasi keuangan syariah tercatat sebesar 43,42 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan syariah sebesar 13,41 persen. Capaian ini masih berada di bawah tingkat literasi dan inklusi keuangan nasional sehingga diperlukan upaya edukasi yang lebih luas dan kolaboratif.
“Momentum bulan Ramadan menjadi waktu yang sangat strategis untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah”, ujar Polantoro.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pengelolaan keuangan yang bijak serta pemanfaatan produk dan layanan keuangan syariah secara tepat,” tegas Polantoro.
Kegiatan edukasi ini diikuti oleh sekitar 300 peserta dari kalangan mahasiswa.
Peserta tidak hanya berasal dari Universitas Muhammadiyah Kupang sebagai tuan rumah, tetapi juga melibatkan mahasiswa dari lima perguruan tinggi lain di Kota Kupang, yaitu Universitas Nusa Cendana, Politeknik Negeri Kupang, Sekolah Tinggi Agama Islam Kupang, Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, dan Universitas Kristen Artha Wacana. Pelibatan berbagai perguruan tinggi ini diharapkan dapat memperluas diseminasi literasi keuangan syariah di kalangan generasi muda.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












