Literasi keuangan akan memampukan masyarakat untuk mengetahui produk dan layanan yang berizin OJK, modus kejahatan di sektor jasa keuangan, dan informasi lainnya. Informasi ini akan membantu masyarakat untuk memaksimalkan manfaat dari produk dan jasa keuangan yang digunakan dan terhindar menjadi korban kejahatan di sektor jasa keuangan.
Langkah ini juga dinilai penting untuk memperkuat dasar pengambilan keputusan keuangan masyarakat serta meningkatkan tingkat kepercayaan publik terhadap sektor jasa keuangan, yang merupakan fondasi bagi stabilitas dan keberlanjutan industri.
Pada kesempatan dimaksud, dipaparkan pula perkembangan kinerja sektor jasa keuangan di NTT. Per September 2025, kinerja perbankan di Provinsi Nusa Tenggara Timur menunjukkan tren positif, dengan Aset tumbuh 2,52 persen, Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 6,17 persen, dan Kredit meningkat 1,88% secara tahunan.
OJK mencermati perkembangan pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR), di mana penyaluran kredit tercatat meningkat sementara DPK mengalami penurunan. Kondisi ini mengindikasikan ekspansi kredit yang belum diimbangi strategi penghimpunan dana yang memadai, sehingga berpotensi menekan likuiditas dan meningkatkan rasio LDR. OJK mendorong BPR untuk memperkuat manajemen pendanaan dan menjaga prinsip kehati-hatian guna memastikan stabilitas sektor perbankan di NTT.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












