Kronologis Kejadian
Saat itu, korban bersama 9 temannya dikumpulkan oleh YN karena tidak mengikuti gladi upacara hari Sabtu dan tidak masuk sekolah minggu. Tersangka YN kemudian mengambil batu dan memukul kepala korban sebanyak 4 kali, serta memukul kepala 9 anak lainnya. Korban yang merasa sakit kemudian pulang, dan pada hari Sabtu, 27 September 2025, korban tidak masuk sekolah karena demam tinggi. Korban menceritakan penganiayaan tersebut kepada Sarlina Toh yang selama ini merawatnya. Pada hari Senin, 29 September 2025, korban mengalami demam dan sakit kepala, dan meminta Sarlina Toh untuk memijat kepalanya. Sarlina Toh kemudian memeriksa kepala korban dan menemukan bengkak dan memar, yang menurut korban disebabkan oleh pukulan menggunakan batu oleh YN. Pada hari Kamis, 02 Oktober 2025, sekitar pukul 08.00 WITA, Sarlina Toh dan Margarita Tanaem merawat korban di rumahnya karena korban menolak dibawa ke puskesmas. Suhu tubuh korban semakin tinggi hingga korban berbicara sendiri seperti orang tidak waras. Pada pukul 18.00 WITA, korban Rafi To meninggal dunia di pangkuan Margarita Tanaem, dan dimakamkan pada hari Minggu, 5 Oktober 2025, di pekuburan umum Desa Poli.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












