Opini  

OVOP di NTT: Antara Semangat Lokal dan Tantangan Eksekusi 

Avatar photo
Reporter : Nyong R Editor: Redaksi
IMG 20250916 WA0015

4. Membuka akses pembiayaan.

Fasilitasi pinjaman mikro berbasis koperasi atau BUMD dengan pendampingan teknis agar UMKM mampu memenuhi standar kredit.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

5. Membangun sistem monitoring digital.

Laporkan setiap perkembangan triwulanan secara terbuka: jumlah produk tersertifikasi, peningkatan omzet, dan serapan tenaga kerja.

Realita yang Harus Diakui

Banyak program ekonomi di NTT gagal bukan karena idenya salah, tetapi karena pejabat pelaksananya tidak berani bekerja lintas sekat. Padahal, OVOP menuntut koordinasi erat antar-dinas: pertanian, perindustrian, koperasi, dan pariwisata. Tanpa sinergi, hasilnya hanya tumpukan laporan tanpa nilai ekonomi.

Momentum pelantikan pejabat eselon 3 dan 4 kali ini menjadi ujian moral sekaligus profesional. Apakah mereka akan menjadi pelanjut rutinitas lama, atau motor perubahan baru bagi ekonomi lokal?

Jawabannya akan terlihat dalam enam hingga dua belas bulan ke depan—dari indikator sederhana: omzet produk lokal naik atau tidak, lapangan kerja bertambah atau tidak, dan UMKM naik kelas atau tidak.