4. Membuka akses pembiayaan.
Fasilitasi pinjaman mikro berbasis koperasi atau BUMD dengan pendampingan teknis agar UMKM mampu memenuhi standar kredit.
5. Membangun sistem monitoring digital.
Laporkan setiap perkembangan triwulanan secara terbuka: jumlah produk tersertifikasi, peningkatan omzet, dan serapan tenaga kerja.
Realita yang Harus Diakui
Banyak program ekonomi di NTT gagal bukan karena idenya salah, tetapi karena pejabat pelaksananya tidak berani bekerja lintas sekat. Padahal, OVOP menuntut koordinasi erat antar-dinas: pertanian, perindustrian, koperasi, dan pariwisata. Tanpa sinergi, hasilnya hanya tumpukan laporan tanpa nilai ekonomi.
Momentum pelantikan pejabat eselon 3 dan 4 kali ini menjadi ujian moral sekaligus profesional. Apakah mereka akan menjadi pelanjut rutinitas lama, atau motor perubahan baru bagi ekonomi lokal?
Jawabannya akan terlihat dalam enam hingga dua belas bulan ke depan—dari indikator sederhana: omzet produk lokal naik atau tidak, lapangan kerja bertambah atau tidak, dan UMKM naik kelas atau tidak.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












