Hal senada juga disampaikan Ketua Yayasan Bridge Akademi Kasianus Sebho. Bridge Academi selama ini fokus pengembangan sektor pertanian Holtikultura yang mana membimbing dan membina generasi muda Nagekeo baik yang putus sekolah maupun lulusan Sarjana untuk menjadi petani sukses.
“Selama ini kami membimbing anak-anak untuk menjadi seorang petani yang sukses seperti apa, kami tidak mengajarkan teori dan teknologi, akan tetapi kita membangun karakter dan kepribadian, mengajarkan anak-anak muda untuk telaten dalam bertani” ungkap Kasianus.
Kasianus menyebut, Bridge Academi Ia bangun dilatari oleh rasa prihatin dengan fenomena mental petani di Nagekeo yang tidak konsisten dan telaten mengurus kebun, padahal secara Sumber Daya Manusia juga tidak kalah saing dengan Petani di Jawa,. Sulawesi maupun Bima. Orang Nagekeo lebih suka menggadaikan lahan sawahnya ke orang Bima, ketika orang Bima sudah sukses menanam sayur giliran panen, pemilik lahan malah jadi pembeli.
Lebih lanjut, Kasianus menyarankan Pemerintah untuk ke depannya bantuan yang berasal dari pemerintah baik itu berupa uang, Alsintan, saprodi jangan lagi menggunakan skema hibah, karena berdasarkan pengalaman hibah akan membuat petani tambah malas, dan tidak ada hasil. (Sevrin)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












