Ibarat harapan nan tak kunjung sirna, mama Petronela Tilis jelas mampu mengendalikan keseimbangan energi diri dan energi semesta yang lalu membangun kekuatan keibuhannya dan kemudian disapa Mama oleh Kapolres AKBP. Eliana Papote, S.I.K, M.M.
Ibarat harapan nan tak kunjung sirna, mama Petronela Tilis jelas mampu mengendalikan keseimbangan energi diri dan energi semesta yang lalu membangun kekuatan keibuhannya dan kemudian disapa Mama oleh Kapolres AKBP. Eliana Papote, S.I.K, M.M.
Baju merah bercorak putih, yang dibawa Kapolres pun dikenakan ditubuh mungil, terbungkus kulit yang mulai mengeriput . Rasa was – was yang tadinya berkecamuk dalam batin Mama Petronela Tilis berubah menjadi riang bercampur haru – kasihan hati.
Tidak sampai disitu Kapolres Eliana Papote kemudian mengeluarkan sisir kecilnya dan lalu tanpa ragu merapikan rambut putih mama Petronela Tilis penuh kasih.
Kapolres yang baru saja mendapat tugas di tanah yang dikenal dengan sebutan Kefamenanu ini lalu melepas senyum ikhlas sembari bercengkerama dan menyodorkan tempat sirih (wadah) lengkap dengan sirih, pinang dan kapur kepada mama Petronela Tilis.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












