“Kondisi jalan seperti ini harus menjadi perhatian serius pemerintah,” tegas Elias, yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Nagekeo.
Elias menyebut, berdasarkan data tahun 2024, terdapat sekitar 283,8 kilometer jalan rusak berat di wilayah Kabupaten Nagekeo, yang tersebar di kawasan perbatasan seperti ruas jalan Olakile-Nagerawe, Alorawe-Boasabi, Nunukono-Aekana, serta jalan dan jembatan di Fateleke-Malapadhu.
“Kondisi jalan seperti ini harus menjadi perhatian serius pemerintah,” tegas Elias, yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Nagekeo.
Fraksi Perindo juga mendorong Strategi Penanganan Komprehensif Perindo juga menyampaikan keprihatinan terhadap tren peningkatan angka stunting di Kabupaten Nagekeo.
Berdasarkan data, prevalensi stunting naik dari 23,80 persen pada tahun 2023 menjadi 24,90 persen di tahun 2024. Menurut Elias, kasus stunting umumnya menimpa keluarga dengan kondisi ekonomi rendah, sehingga penanganan masalah ini memiliki keterkaitan erat dengan upaya pengentasan kemiskinan dan ketimpangan sosial.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












