Kami sangat membutuhkan kemitraan dengan para petani baik yang ada di wilayah Desa Maropokot maupun petani dari luar, karena harus ada pasokan bahan baku yang cukup sehingga produksi ini tetap berjalan” ungkap Marsel Epe.
Dia juga mengaku bahwa meski animo minat pelanggan akan beras produksi mereka terbilang tinggi akan tetapi respon masyarakat petani di Desa Marko justeru belum begitu antusias. Guna menyiasati kendala tersebut, selain jalinan kerjasama dengan petani harus diperluas, BUMDES Maro Karya juga bekerjasama dengan petani membantu petani di wilayah desa Maropokot dengan pengadaan benih.
“Untuk saat ini produksi memang belum aktif, alasannya yang menyebabkan produk tidak jalan stok produksi di dataran Mbay tidak ada, rata-rata pasti sekarang belum masuk musim panen, kita menjamin ketika sudah masuk musim panen pasti stok pasti lebih dari cukup” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Maropokot Petrus Kanisius Reta juga menyampaikan apresiasinya atas niat baik petani dari Kelurahan Olakile yang sudah berinisiatif menjalin kerjasama dengan BUMDES Maro Karya. Pemerintah Desa kata Petrus Reta, pada intinya mendukung geliat aktivitas BUMDES Maro Karya agar bisa terus eksis demi peningkatan ekonomi masyarakat desa.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












