Plan Indonesia Dorong Petani Flores Timur Adopsi Model Pertanian Berbasis Kaum Muda

Avatar photo
Reporter : Marfin
IMG 20260610 WA0011

 

Selama kunjungan berlangsung, para peserta akan memperoleh pembelajaran praktis mulai dari desain lahan, pemilihan benih unggul, pemupukan berimbang, pengendalian hama dan penyakit tanaman, hingga strategi pemasaran hasil pertanian.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

 

Selain itu, peserta juga akan mempelajari pola kemitraan yang telah berkembang di TTS serta membangun jejaring dengan pelaku pasar, lembaga keuangan, dan berbagai institusi pendukung lainnya.

 

“Yang paling penting adalah peserta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh di kelompok tani masing-masing setelah kembali ke Flores Timur,” tegasnya.

 

 

Wabup TTS mengajak seluruh peserta untuk aktif berdiskusi, bertukar pengalaman, dan memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin. Menurutnya, setiap daerah memiliki tantangan dan potensi yang berbeda sehingga proses saling belajar akan memperkaya wawasan dan memperkuat kapasitas petani.

 

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten TTS berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan pertanian yang berkelanjutan dan berorientasi pasar. Peningkatan kapasitas petani akan tetap menjadi prioritas karena petani merupakan pilar utama ketahanan pangan sekaligus penggerak ekonomi daerah.

Baca Juga :  Laenmanen, Malaka Flobamora-News.Com – Di bawah terik matahari, semangat pantang menyerah terpancar dari seorang petani yang gigih. Seolah ingin memastikan setiap sudut Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, Provinsi NTT, tersinari dengan keberhasilan. Panas yang menyengat dan keringat yang menetes tak sedikit pun mengurangi semangat Kepala Desa Tniumanu, Raymundus Ikun Pareira, bersama masyarakat yang tengah memanen tomat di Kebun Kelompok Tani Aperta, Sabtu (25/10/ 2025 ) . Lahan yang dulunya terlantar kini disulap menjadi kebun tomat dan cabai yang mampu meningkatkan ekonomi masyarakat setempat. Tim media berkesempatan mengunjungi Kepala Desa Tniumanu, Raymundus Ikun Pareira, di Kebun Aperta. Saat itu, Rey, sapaan akrabnya, sedang memimpin masyarakat memanen tomat untuk dijual ke Timor Leste. Kades Ray Pareira tampil santai dan akrab di tengah masyarakat. Di sela-sela kesibukannya, ia terus memacu semangat masyarakat untuk terus bekerja keras dan mendukung ketahanan pangan. Ia mengungkapkan bahwa penyertaan modal ke Kelompok Tani Aperta dari APBDes tahun 2024 sebesar 50 juta rupiah. "Awalnya saya iseng saja. Tetapi berawal dari hobi di dunia pertanian, saya mengolah lahan kebun desa yang sebelumnya ditanami pisang. Atas dukungan Sebastian Momo, PPL yang berpengalaman dan profesional, kami mulai survei lahan dan sumber mata air pada bulan Oktober 2024," ujarnya kepada wartawan di Kebun Aperta. Kemudian, lanjut Rey Pereira, rencana itu diundur ke Desember 2024 setelah musim hujan tiba. Ia menjelaskan bahwa kebun hortikultura yang diberi nama Kelompok Tani Aperta ini berawal dari 8 ribu pohon tomat dan 4 ribu cabai rawit. Setelah berproses selama 3 bulan, akhirnya hasilnya mulai terlihat. "Saya sempat bingung soal pemasaran. Suatu malam saya merenung, jika tidak ada pembeli, saya akan perintahkan kepala dusun, kaur, dan kepala seksi untuk membagikan hasil panen kepada seluruh masyarakat," kisah Kades Rey Pereira. "Berkat publikasi media online, akhirnya ada yang menghubungi kami untuk membeli hasil kebun hortikultura Desa Tniumanu. Puji Tuhan, dari hasil panen musim pertama, kami meraup 90 juta rupiah. Kemudian, kami mengembalikan modal awal dan sisanya dibagikan kepada 5 orang pekerja di Kelompok Tani Aperta, masing-masing 8 juta rupiah," sambung Kades Rey Pereira. Dirinya sangat bangga karena pertanian hortikultura sangat menjanjikan. Hasil panen musim pertama itu terus memacu semangat tim kerja Kelompok Tani Aperta. "Saya bangga karena dari Kelompok Tani Aperta ini, tanpa sadar, bisa memberikan lapangan pekerjaan kepada masyarakat," ujarnya. Dia berharap anak-anak muda tidak perlu merantau, sebab di kampung sendiri ada hal-hal baik yang bisa menghidupi keluarga, tergantung kreativitas dan inovasi dari pribadi masing-masing. "Saya selalu menasihati anak-anak muda untuk terus bekerja keras, apa pun penghasilannya, yang penting halal dan bisa untuk memenuhi kebutuhan hidup," ungkapnya. Saat ini, di Kebun Aperta sudah ditanam tomat musim kedua sebanyak 80 ribu pohon. Namun, mereka menghadapi kendala pemasaran karena harga tomat sedang menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Rey Pereira juga mengeluhkan keterbatasan di Kelompok Tani Aperta, seperti kendala air, alsintan, bibit, pupuk, dan perlengkapan lainnya. "Kami juga berharap agar pemerintah bisa membangun komunikasi untuk membuka perbatasan Motamasin dan bekerja sama dengan Timor Leste, sehingga hasil pertanian dari Malaka bisa masuk atau terjual ke sana," pungkasnya. Program ini juga merupakan bagian dari dukungan terhadap program prioritas SBS-HMS di bidang ketahanan pangan. "Saya mengajak masyarakat untuk terus mendukung program-program prioritas Pemerintahan SBS-HMS demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Malaka," tandasnya.