Polemik Pembagian Kuota Sapi Memanas, Dua Pengusaha Ternak Bongkar Dugaan Ketidaktransparanan di Depan DPRD

Avatar photo
Reporter : Marfin
lv 0 20260401204829

TTS ,Flobamora-News.Com    – Polemik pembagian kuota sapi di Kabupaten TTS kembali memanas dan memasuki babak serius. Dua pengusaha ternak lokal, Fransina Nenobais dan Ivan Hamid, secara terbuka membongkar dugaan ketidaktransparanan dalam distribusi kuota sapi di hadapan Komisi II DPRD TTS pada Rabu (1/4/2026).

 

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Pengaduan ini tidak sekadar keluhan administratif, melainkan membuka pertanyaan besar terkait siapa yang sebenarnya memegang kendali penuh dalam distribusi kuota sapi di daerah tersebut. Kasus ini mempertegas dugaan adanya persoalan sistemik dalam tata kelola kuota ternak, mulai dari mekanisme yang dinilai tidak transparan, inkonsistensi standar operasional prosedur (SOP), hingga indikasi adanya jalur tidak resmi dalam penentuan penerima. Jika tidak diusut tuntas, polemik ini berpotensi berkembang menjadi skandal tata kelola sektor peternakan, termasuk dugaan praktik “main belakang” dalam distribusi kuota.

 

Dalam rapat resmi di ruang Komisi II DPRD TTS, Ivan Hamid menyampaikan kekecewaan secara terbuka dan menilai distribusi kuota sapi tidak lagi berpijak pada asas keadilan. “Saya merasa sangat kecewa karena saya dipersulit untuk mendapatkan kuota sapi dari Dinas Peternakan,” tegasnya.