Opini  

Pompa Daya Beli, Nafas Baru Ekonomi Rakyat

Avatar photo
Reporter : Nyong R Editor: Redaksi
IMG 20251020 WA0014

Ekonomi yang sehat tidak diukur semata dari pertumbuhan angka PDB, tetapi dari kemampuan rakyat memenuhi kebutuhan dasarnya secara berkelanjutan. Bila daya beli melemah, maka seluruh pencapaian makro menjadi semu, ibarat tubuh kekar dengan nadi yang lemah.

Oleh karena itu, strategi pompa daya beli sejatinya bukan hanya kebijakan jangka pendek, melainkan agenda ekonomi jangka panjang berbasis keadilan sosial. Tujuannya bukan sekadar menambah uang di tangan rakyat, tetapi memperkuat posisi mereka dalam struktur ekonomi. Ini sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945 bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Menutup Celah Kebijakan

Untuk memastikan keberlanjutan strategi ini, pemerintah perlu menutup tiga celah utama. Pertama, kelemahan koordinasi lintas lembaga, di mana kebijakan fiskal, moneter, dan sosial masih berjalan sendiri-sendiri. Kedua, kurangnya instrumen evaluasi berbasis data mikro, sehingga sulit mengukur dampak kebijakan secara nyata. Ketiga, minimnya peran daerah, padahal daya beli paling nyata berputar di pasar-pasar lokal.