Pelatihan yang diberikan kepada para calon tenaga kerja ini seputaran pekerjaan asisten rumah tangga seperti menyapu, membersihkan rumah, menjaga bayi dan balita serta mengurus lansia. Selain rutinitas tersebut, CPMI juga dibekali pengetahuan bahasa Melayu, minimal mampu berkomunikasi dengan majikan.
“Kita mau kirim tenaga kerja yang benar-benar mampu sesuai dengan bidang keahliannya serta yang benar-benar sehat” tegasnya.
Yulita Hoi (21) salah satu peserta mengaku bahwa tujuannya untuk berangkat bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia hanya karena didorong oleh tuntutan ekonomi keluarga. Ibu satu anak asal Kurubhoko, Kecamatan So’a ini mengaku bahwa dirinya sudah mendapatkan restu dari suami, orang tua bahkan mengetahui Kepala Desa dan Kepala Dinas Transnaker Kabupaten Ngada.
“Saya kemarin itu dapat informasi kalau PT BUS ini ada rekrut tenaga kerja ke Malaysia saya tanya informasi kemudian daftar lewat Pendamping Lapangan. Saya tertarik karena memang gajinya besar dan kita tidak mengeluarkan biaya untuk proses keberangkatan” ungkap Yulita.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










