Kesedihan warga semakin terasa ketika tim Yayasan Yusinta Ningsih Sejahtera (YNS) tiba membawa bantuan.
Bukan hanya bantuan berupa kebutuhan pokok dan obat-obatan yang dibawa. Tim YNS juga memilih duduk bersama warga, mendengarkan satu per satu cerita dan keluhan mereka.
Di hadapan tim YNS, sejumlah warga mencurahkan isi hati. Ada yang berbicara dengan suara bergetar, ada yang menahan air mata, bahkan ada yang tak mampu menyembunyikan kesedihan.
Mereka bercerita tentang kehidupan setelah gempa. Tentang rumah yang harus ditinggalkan. Tentang malam-malam panjang di dalam tenda. Tentang anak-anak yang ketakutan. Dan tentang ketidakpastian kapan mereka bisa kembali menjalani kehidupan seperti sebelumnya.
“Kami tidak nyaman di sini, tetapi kami tidak punya pilihan. Kami takut kembali ke rumah,” ungkap salah seorang warga dengan penuh haru.
Kehadiran tim YNS pun membuat suasana semakin emosional. Bagi warga, mungkin bantuan yang diberikan tidak seberapa dibandingkan dengan besarnya kebutuhan yang mereka hadapi. Namun, kehadiran orang-orang yang datang dari jauh untuk melihat, mendengar, dan merasakan penderitaan mereka menjadi kekuatan tersendiri.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












