Berdasarkan hasil rapat, dapat diambil kesimpulan bahwa fenomena kelangkaan BBM ini terjadi sejak awal Januari 2024 menjelang pileg dan pilpres akibat pemerintah pusat yang menurunkan kuota BBM bersubsidi. “Hari ini yang kita alami adalah rangkaian dari akumulasi penurunan kuota dari pemerintah pusat” katanya.
Politisi PKB ini membeberkan, hasil rapat juga membuka tabir, salah satu faktor BBM bersubsidi sering langka akibat ulah oknum yang dengan sengaja menggunakan barcode subsidi untuk mengisi ke kendaraan yang semestinya menggunakan BBM non subsidi.
“Mereke menggunakan barcode subsidi untuk non subsidi, ini akan kita kejar lebih lanjut di pansus yang akan datang setelah alat kelengkapan DPRD ditetapkan” pungkasnya.
Lebih lanjut, Laga Rema memaparkan dari rapat itu lembaga DPRD memberikan beberapa catatan rekomendasi kepada para pihak. Salah satu rekomendasi yang disampaikan DPRD kepada Pertamina yaitu segera mengaktifkan dua SPBU baru yang berlokasi di Aeramo dan Aegela. (****)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












