Regenerasi Tenun Ikat di Nagekeo dan Model Intervensi Program CSR PT TBIG

IMG 20250427 WA0044
Cleofania Woga Nenu penenun milenial di Nagekeo

Data yang dihimpun Dekranasda, saat ini kurang lebih terdapat 1.200 penenun aktif di Kabupaten Nagekeo yang tersebar di 5 Kecamatan yakni Aesesa, Aesesa Selatan, Nangaroro, Boawae dan Keotengah. Hanya ada dua Kecamatan dari total 7 Kecamatan di Nagekeo yang tidak punya tradisi menenun sejak jaman dahulu.

Kendati jumlah tersebut merupakan penenun dari kisaran umur 17 sampai 50 tahun, akan tetapi berdasarkan data Dekranasda 90 persen diantaranya berusia 40 tahun ke atas. Itu artinya regenerasi penenun masih menjadi tantangan terbesar dalam mewariskan budaya menenun bagi generasi muda.

“Kami dari Dekranasda sudah pernah beberapa kali melakukan pelatihan menenun bagi kaum milenial, tapi yang bertahan hanya segelintir saja, data di Dekranasda hanya belasan orang” ungkap Theresia Ebu.

Intervensi CSR Ala PT TBIG

Dalam melestarikan kekayaan intelektual khususnya tenun ikat, seyogyanya menjadi tanggungjawab bersama mulai dari Pemerintah, pihak swasta dan semua stakeholder yang ada. Dengan begitu, pelestarian kekayaan warisan leluhur semestinya membutuhkan sinergitas banyak pihak agar tetap diwariskan sampai kapanpun.



Exit mobile version