Data yang dihimpun Dekranasda, saat ini kurang lebih terdapat 1.200 penenun aktif di Kabupaten Nagekeo yang tersebar di 5 Kecamatan yakni Aesesa, Aesesa Selatan, Nangaroro, Boawae dan Keotengah. Hanya ada dua Kecamatan dari total 7 Kecamatan di Nagekeo yang tidak punya tradisi menenun sejak jaman dahulu.
Kendati jumlah tersebut merupakan penenun dari kisaran umur 17 sampai 50 tahun, akan tetapi berdasarkan data Dekranasda 90 persen diantaranya berusia 40 tahun ke atas. Itu artinya regenerasi penenun masih menjadi tantangan terbesar dalam mewariskan budaya menenun bagi generasi muda.
“Kami dari Dekranasda sudah pernah beberapa kali melakukan pelatihan menenun bagi kaum milenial, tapi yang bertahan hanya segelintir saja, data di Dekranasda hanya belasan orang” ungkap Theresia Ebu.
Intervensi CSR Ala PT TBIG
Dalam melestarikan kekayaan intelektual khususnya tenun ikat, seyogyanya menjadi tanggungjawab bersama mulai dari Pemerintah, pihak swasta dan semua stakeholder yang ada. Dengan begitu, pelestarian kekayaan warisan leluhur semestinya membutuhkan sinergitas banyak pihak agar tetap diwariskan sampai kapanpun.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
