“Kalau saya tidak salah ingat waktu itu tahun 2021, saya belajar dari Bibi di sebelah rumah. Lama-kelamaan asyik juga menenun” ucapnya sembari tersenyum.
Hari demi hari kemampuan menenun Fania terus diasah. Bersamaan dengan niatnya ingin belajar menjadi penenun profesional, ada program pelatihan menenun bagi kalangan milenial oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Nagekeo. Fania pun tidak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk mengikuti kegiatan yang berlangsung di Kantor Dinas pada pertengahan 2021 tersebut.
Selain mendapatkan banyak ilmu pengetahuan mulai dari meracik pewarna alami juga pewarna kimia Fania juga mendapatkan bantuan peralatan tenun dari penyelanggara. “Semua alat tenun dekat waktu kami ikut pelatihan” katanya.
Fania tergolong cukup profesional, ini terbukti alam sebulan bisa menghasilkan tiga sampai empat lembar kain sarung adat. Selanjutnya, untuk urusan pemasaran Fania mengaku sarung buatannya laris manis. Pemasaran dilakukan secara online melalui kanal media sosial miliknya mulai dari Instagram, Facebook maupun WhatsApp.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
